Minggu, 04 Maret 2012

KESEIMBANGAN

Keseimbangan merupakan konsep yang sangat erat kaitannya dengan kenyamanan hidup manusia. Dalam tubuh manusia saja konsep keseimbangan itu ada.  Manusia bisa berjalan dengan baik salah satunya ada konsep keseimbangan. Lalu bagaimana kita mempelajari keseimbangan dalam kehidupan? Mari simak kajian menurut ilmu fisika berikut ini:
A. Keseimbangan Partikel
Suatu partikel disebut dalam keadaan seimbang, bila jumlah aljabar gaya-gaya yang bekerja pada partikel tersebut nol.
Syarat keseimbangan partikel adalah : F = 0
Jika partikel terletak pada bidang XY maka syarat keseimbangan : FX = 0 dan FY = 0


Jumat, 02 Maret 2012

Fisika kuantum dan alam roh


Selama beberapa dekade terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam penelitian fisika kuantum, studi tentang karakteristik dan hubungan antara partikel subatom dan energi. Para fisikawan yang inovatif dan modern telah memberitahu kita penelitian yang sangat penting yang memiliki pengaruh kuat pada pemahaman tentang paranormal dan alam roh. Para Fisikawan saat ini telah menemukan bahwa tidak ada konflik sama sekali antara fisika dengan kepercayaan paranormal dan alam roh. Mereka telah menunjukkan bahwa fenomena yang kita sebut “paranormal” adalah normal dan konsisten dengan hukum-hukum sains.

Professor Fred Alan Wolf meringkas pandangan ini ketika ia menulis:
Saya percaya bahwa temuan fisika kuantum semakin mendukung pendapat Plato [yang mengajarkan bahwa ada keberadaan yang sempurna dari alam non-materi]. Ada bukti yang menunjukkan keberadaan bukan materi, bukan-fisik di alam semesta yang memiliki realitas meskipun belum bisa ditangkap oleh indra kita dan instrumentasi ilmiah. Ketika kita mempertimbangkan proses pengalaman keluar-tubuh, perjalanan astral dan mimpi yang sangat jelas, meskipun mereka tidak dapat direplikasi dalam arti ilmiah, mereka juga menunjukkan adanya dimensi non-materi dari realitas.

Kalor dan tubuh manusia



Mari kita selidiki peristiwa perpindahan kalor dalam tubuh kita. Pengetahuan ini didapat dari berbagai teori dan eksperimen yang rumit. Tulisan ini dibuat dengan cara menyederhanakan bahasa tanpa melibatkan hal yang kompleks. Kata kunci yang perlu diketahui sebelumnya adalah konduksi, radiasi, dan konduktivitas termal. Kamu dianggap telah memahami apa itu konduksi dan radiasi. Istilah terakhir akan mendapat porsi lebih karena cukup penting untuk proses pemahaman dari tulisan ini.
Proses konduksi kalor berlangsung karena perbedaan suhu dua tempat. Kelajuan konduksi kalor dari satu posisi ke posisi lain tergantung dari medium yang mengantarkan kalor. Kamu pun paham bahan-bahan logam lebih cepat dan baik dalam menghantarkan kalor. Dari hal ini muncul istilah konduktor dan isolator kalor. Cepat tidaknya konduksi berlangsung pada bahan dikhususkan lagi dalam pembahasan konduktivitas termal. Istilah ini merupakan suatu kostanta pada persamaan konduktivitas kalor sebagai berikut. H = kA(T2-T1)/L
Dengan:
H =konduktivitas kalor
A =luas daerah bahan
k =koefisien konduktivitas termal
T = suhu (dalam kelvin atau celsius)
L = panjang logam (dalam meter).
Ingat k memiliki satuan J/s.m.C, jika T menggunakan celsius. Semakin besar nilai koefisien konduktivitas termal atau konduktivitas termal berarti semakin cepat suatu bahan mengalami konduksi. Berikut tabel konduktivitas termal beberapa bahan.

Fenomena Fisika di Balik Tenaga Prana


Karena seperti juga makhluk hidup lain di tubuh manusia juga tersimpan energi listrik dan dikelilingi medan listrik, maka energi listrik alami ini dapat dikonsentrasikan untuk menghasilkan tenaga dalam. Hal ini dapat terjadi melalui latihan fisik dengan pengaturan pernapasan. Latihan fisik berpengaruh pada suplai oksigen dalam tubuh.
Pandangan itu dilontarkan oleh Prof Dr Pantur Silaban, Guru Besar Ilmu Fisika ITB ketika membahas penyembuhan berbasis tenaga dalam dilihat dari sudut ilmu fisika, dan Indra Abidin, Ketua Umum Paguron Penca Silat Nampon (PPSN) pada lokakarya bertema "Rahasia di Balik Tenaga Dalam" di Jakarta, Sabtu (21/6).
Impuls listrik dihasilkan oleh ATP (adenosine triphosphate) sebagai senyawa yang menyimpan energi tubuh, yang terjadi akibat pembakaran oksigen dalam tubuh. Dalam sel, energi digunakan untuk mensintesis molekul baru, kontraksi otot, konduksi saraf, menghasilkan radian energi yang menghasilkan pancaran sinar.
Medan listrik dapat diperbesar hingga menghasilkan energi listrik tubuh (bioelektris) bila elektron bergerak lebih cepat secara teratur.
Energi atau tenaga dalam inilah yang diolah dan dikembangkan para ahli olah prana untuk menyembuhkan penyakit. "Segala yang ada di alam semesta merupakan manifestasi energi, seperti gravitasi, dan gelombang magnet, serta energi matahari," jelas Silaban.