Karena seperti juga
makhluk hidup lain di tubuh manusia juga tersimpan energi listrik dan
dikelilingi medan listrik, maka energi listrik alami ini dapat dikonsentrasikan
untuk menghasilkan tenaga dalam. Hal ini dapat terjadi melalui latihan fisik
dengan pengaturan pernapasan. Latihan fisik berpengaruh pada suplai oksigen
dalam tubuh.
Pandangan itu
dilontarkan oleh Prof Dr Pantur Silaban, Guru Besar Ilmu Fisika ITB ketika
membahas penyembuhan berbasis tenaga dalam dilihat dari sudut ilmu fisika, dan
Indra Abidin, Ketua Umum Paguron Penca Silat Nampon (PPSN) pada lokakarya
bertema "Rahasia di Balik Tenaga Dalam" di Jakarta, Sabtu (21/6).
Impuls listrik
dihasilkan oleh ATP (adenosine triphosphate) sebagai senyawa yang menyimpan
energi tubuh, yang terjadi akibat pembakaran oksigen dalam tubuh. Dalam sel,
energi digunakan untuk mensintesis molekul baru, kontraksi otot, konduksi
saraf, menghasilkan radian energi yang menghasilkan pancaran sinar.
Medan listrik dapat diperbesar
hingga menghasilkan energi listrik tubuh (bioelektris) bila elektron bergerak
lebih cepat secara teratur.
Energi atau tenaga dalam
inilah yang diolah dan dikembangkan para ahli olah prana untuk menyembuhkan
penyakit. "Segala yang ada di alam semesta merupakan manifestasi energi,
seperti gravitasi, dan gelombang magnet, serta energi matahari," jelas
Silaban.
Macam-macam energi
Dalam pandangan Indra,
ada pula energi lain, yang halus atau baik, kasar atau buruk. Energi itu dapat
masuk dalam tubuh manusia. Karena itu, salah satu tujuan pengobatan adalah
mengubah daya lemah menjadi kuat dan kasar menjadi halus, dengan menetralisir
energi yang ada pada bagian yang sakit.
Penyakit merupakan
dampak dari adanya ketidakseimbangan tiga unsur dalam tubuh yaitu fisik,
pikiran, dan jiwa. Faktor penyebabnya bisa berasal dari dalam diri sendiri atau
unsur luar yang masuk kedalam tubuh. Virus dan bakteri sebagai salah satu
faktor dari luar dapat mengganggu keseimbangan unsur tubuh.
Getaran, hawa panas, dan
pancaran sinar yang dikeluarkan oleh bagian tubuh yang sakit berbeda dengan
yang berasal dari bagian tubuh normal. Dengan mengenali perbedaan getaran,
panas, dan sinar dari berbagai bagian tubuh, seorang penyembuh dengan tenaga
prana dapat mengetahui ketidaknormalan yang terjadi pada satu atau lebih bagian
tubuh.
Teknik penyembuhan
dengan ilmu tenaga dalam bertujuan mematikan unsur negatif seperti virus dan
bakteri, menetralkan zat kimia dalam tumbuh, serta membantu memperlancar suplai
oksigen ke sel saraf sehingga sel dapat berfungsi semestinya. Ia berpendapat,
sel syarat berperan penting dalam mengaktifkan organ dan sel tubuh lainnya.
Penyembuhan
Proses penyembuhan
dilakukan mulai dari membaca getaran sinar tubuh di sekitar bagian yang
dikeluhkan dan mencari sumber keluhan. Selanjutnya mengirim tenaga dalam halus
ke pusat keluhan dan mengembalikan sinar tubuh kembali pada warna normal.
pemancaran tenaga dalam
bertujuan mengembalikan sinar atau cahaya organ tubuh pasien kembali ke kondisi
normal. Selain itu, melalui tenaga dalam, ahli prana memberikan energi yang
merangsang sel yang tidak normal atau pada lemah untuk menumbuhkan kekebalan.
Untuk mengembangkan
tenaga dalam dibutuhkan meditasi gerak atau latihan silat, dan selanjutnya
meditasi diam. Dengan penggabungan dua meditasi ini gelombang otak dapat
dibangun dan ditingkatkan. Pada tingkat tertentu gelombang otak dapat
dikendalikan untuk mengelola fungsi tubuh, jiwa, dan pikiran sesuai kebutuhan.
Tenaga dalam diperkuat
melalui konsentrasi atau meditasi yang dapat mengatur gelombang otak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar