Mari kita selidiki peristiwa
perpindahan kalor dalam tubuh kita. Pengetahuan ini didapat dari berbagai teori
dan eksperimen yang rumit. Tulisan ini dibuat dengan cara menyederhanakan
bahasa tanpa melibatkan hal yang kompleks. Kata kunci yang perlu diketahui
sebelumnya adalah konduksi, radiasi, dan konduktivitas termal.
Kamu dianggap telah memahami apa itu konduksi dan radiasi. Istilah terakhir
akan mendapat porsi lebih karena cukup penting untuk proses pemahaman dari
tulisan ini.
Proses konduksi kalor berlangsung
karena perbedaan suhu dua tempat. Kelajuan konduksi kalor dari satu posisi ke
posisi lain tergantung dari medium yang mengantarkan kalor. Kamu pun paham
bahan-bahan logam lebih cepat dan baik dalam menghantarkan kalor. Dari hal ini
muncul istilah konduktor dan isolator kalor. Cepat tidaknya konduksi
berlangsung pada bahan dikhususkan lagi dalam pembahasan konduktivitas termal.
Istilah ini merupakan suatu kostanta pada persamaan konduktivitas kalor sebagai
berikut. H = kA(T2-T1)/L
Dengan:
H
=konduktivitas kalor
A
=luas daerah bahan
k
=koefisien konduktivitas termal
T
= suhu (dalam kelvin atau celsius)
L
= panjang logam (dalam meter).
Ingat k memiliki satuan
J/s.m.C, jika T menggunakan celsius. Semakin besar nilai koefisien konduktivitas
termal atau konduktivitas termal berarti semakin cepat suatu bahan mengalami
konduksi. Berikut tabel konduktivitas termal beberapa bahan.
Bahan
|
k (J/s.m.C)
|
Bahan
|
k (J/s.m.C)
|
Stereofom
|
0,010
|
Gelas
|
0,80
|
Udara
|
0,026
|
Beton
|
1,1
|
Wol
|
0,040
|
Besi
|
79
|
Lemak tubuh
|
0,20
|
Aluminium
|
240
|
Air
|
0,60
|
Perak
|
4240
|
Intan
|
2420
|
Dari apa yang baru saja kamu baca
pada paragraf di atas, kamu mungkin bisa menjawab pertanyaan ini. Sendainya
manusia bisa hidup pada suhu 15°C selama 2 jam di udara terbuka tampa pakaian. Berapa
lama manusia bisa hidup di air dalam suhu yang sama? Jawabannya adalah sebagai
berikut. Lihat tabel di atas, air memiliki konduktivitas termal sebesar 23 kali
daripada udara. Jadi, manusia tadi dapt hidup 120 menit/23 = 5,2 menit. Hal ini
merupakan perhitungan matematis, bahwa udara merupakan konduktor kalor yang
buruk daripada air.
Energi dalam tubuh yang berasal dari
makanan, 20% digunakan untuk kerja selebihnya merupakan energi kalor. Jika suhu
badan 37°C dan suhu kulit pada lingkungan yang nyaman 33°C sampai dengan 35°C,
maka terjadi konduksi kalor pada tubuh. Karena beda suhu yang cukup kecil dan
konduktivitas termal jaringan tubuh kecil, maka sedikit sekalikalor yang
dikeluarkan. Darah berfungsi untuk mengeluarkan kalor ke bawah permukaan kulit secara
konveksi.
Percayakah kamu tubuh kita juga
mengeluarkan radiasi? Prinsip terjadinya radiasi adalah perpindahan kalor dalam
bentuk gelombang elektromagnetik. Jika kalor berada dalam tubuh, maka di tubuh
kita pasti terjadi radiasi. Bagaimana menghitungnya? Kita gunakan persamaan
radiasi buatan Stefan-Boltzman, yaitu H = eδAT4.
Dengan
H
=radiasivitas kalor
e = emisivitas (0-1)
δ = konstanta Stefan-Boltzman (5,67
x 10-8 J/s.m2.k4)
A
= luas daerah
T
= suhu (dalam kelvin)
Sekarang kita hitung radiasi hasil tubuh
manusia. Jika suhu tubuh manusia normal adalah 37°C atau 340 K dengan
emisivitas tubuh 0,7 dan perkiraan luas tubuh manusia adalah 1,5 m2,
maka H = (0,70)( 5,67 x 10-8)(1,5)(310) = 550 watt. Nilai ini setara
dengan 5 buah lampu bohlam 10 watt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar